1. Awal berdiri – 30 Mei 1972
Pada 30 Mei 1972, pelayanan kesehatan yang kemudian berkembang menjadi RSI Ibnu Sina Padang mulai berdiri dengan nama Balai Kesehatan Ibnu Sina Padang. Pada masa awal, balai kesehatan tersebut berlokasi di Jalan Rasuna Said, Padang, dan belum memiliki gedung sendiri karena menggunakan bangunan dengan status kontrak. Jadi, pada tahap awal, bentuknya masih berupa balai kesehatan, belum menjadi rumah sakit seperti sekarang.
2. Berkembang menjadi rumah sakit – 1981
Perkembangan pelayanan membuat Balai Kesehatan Ibnu Sina kemudian meningkat statusnya menjadi rumah sakit. Pada Januari 1981, fasilitas tersebut berpindah ke Jalan Jenderal Sudirman No. 13, Padang. Di lokasi ini, statusnya telah menjadi Rumah Sakit Islam dengan izin dari Departemen Kesehatan dan kapasitas awal sekitar 15 tempat tidur. Periode penggunaan lokasi ini berlangsung hingga sekitar tahun 1985. Ini merupakan salah satu tonggak penting karena dari sinilah lembaga pelayanan kesehatan tersebut mulai menjalankan fungsi rumah sakit secara lebih lengkap.
3. Berpindah ke Jalan Proklamasi – 1986
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, rumah sakit kembali membutuhkan tempat yang lebih memadai. Pada Oktober 1986, RSI Ibnu Sina Padang berpindah ke Jalan Proklamasi No. 63, Padang. Rumah sakit menggunakan gedung wakaf dari Ny. Hj. Badariah Roesma. Kapasitas pelayanan rawat inap pada saat itu meningkat menjadi sekitar 40 tempat tidur.
4. Pembangunan dan perpindahan ke lokasi sekarang – 1989
Perkembangan rumah sakit terus berlangsung. Gedung di Jalan Proklamasi kemudian dianggap tidak lagi memadai untuk menambah fasilitas dan kapasitas rawat inap. Karena itu, pada awal 1989, pihak yayasan membeli tanah seluas sekitar 6.796 m² di kawasan Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun, Padang. Lokasi inilah yang kemudian menjadi lokasi RSI Ibnu Sina Padang sampai sekarang. Gedung rumah sakit di lokasi baru tersebut kemudian diresmikan pada 22 Desember 1989. Pada awalnya rumah sakit memiliki kapasitas sekitar 50 tempat tidur, yang kemudian terus berkembang seiring bertambahnya fasilitas dan kebutuhan pelayanan masyarakat.
5. Perkembangan pelayanan dan akreditasi
Setelah menempati lokasi Jalan Gajah Mada, RSI Ibnu Sina Padang terus melakukan pengembangan sarana, prasarana, tenaga kesehatan, dan jenis pelayanan. Rumah sakit kemudian memperoleh berbagai tahapan akreditasi. Salah satu tonggak penting adalah akreditasi tingkat penuh, yang tercatat pada tahun 2007. Selanjutnya, pada 19–21 Desember 2017, RSI Ibnu Sina Padang berhasil memperoleh akreditasi Paripurna. Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan RSI Ibnu Sina Padang dari sebuah balai kesehatan kecil pada tahun 1972 menjadi rumah sakit yang memiliki berbagai layanan medis dan fasilitas pelayanan kesehatan yang jauh lebih lengkap.